Biografi Cak Nun – Emha Ainun Nadjib

Biografi Emha Ainun Nadjib merupakan salah satu cerita hidup salah satu seniman yang kerap kali dibicarakan. Bahkan semua karya yang ditinggalkannya menjadi salah satu kenang-kenangan yang cukup diabadikan oleh beberapa orang saat ini. Walaupun tidak seterkenal tokoh pahlawan tetapi seniman yang sering dipanggil dengan sebutan Cak Nun ini menjadi salah satu kebanggan tersendiri di tanah air Indonesia. Tidak hanya itu saja, beliau juga seorang budayawan, intelektual muslim, dan juga penulis yang berasal dari Jombang, Jawa Timur.

biografi cak nunEmha Ainun Nadjib atau Cak Nun” dilahirkan pada 27 Mei 1953 di Jombang Jawa Timur. Ia adalah anak keempat darii 15 bersaudara. Cak Nun hanya memiliki pendidikan sampai semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada. Ia juga pernah diusir dari salah satu pondok pesantren Gontor Ponorogo karena melakukan aksi demo untuk melawan pemerintah yang mana dilakukan olehnya pada masa akhir tahun ketiga studinya. Setelah itu ia pindah ke SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Ia juga memiliki istri seorang artis yang sampai saat ini memiliki nama yang popular dikancah dunia hiburan yaitu Novia Kolopaking. Cerita hidup Emha Ainun Nadjib tidak berhenti sampai disitu saja.

Pada masa hidup Emha Ainun Nadjib, ia pernah menjadi gelandangan yang harus berjuang menghidupi nasibnya sendiri. Ia sempat menjadi salah satu murid Umbu Landu Paranggi yang sangat dikaguminya. Dalam perjalanannya mencari kesusksesan, ia mengikuti berbagai macam lokakarya theater dan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan kesenian. Kesehariannya, ia selalu terjun langsung kedalam masyarakat untuk memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik, sinergi ekonomi guna menumbuhkan potensial rakyat.

Ia adalah salah seorang yang selalu menjaga keselarasan dan meluruskan berbagai macam kesalah pahaman mengenai suatu hal, baik dalam hal etimologi dan juga kontekstual. Akan tetapi, hal yang paling disukai olehnya adalah berkumpul bersama keluarganya dan juga kelompok music Kiai Kanjeng ditaman budaya. Teater menjadi salah satu tempat yang bisa digunakan untuk mengekspresikan dirinya dan semua pemikiran yang ada. Menuangkan semua ide dan berbagai macam pikiran dan juga opini kedalam sebuah teater menjadikan ia terkenal akan karyanya yang sangat luar biasa. Biografi Emha Ainun Nadjib memang menjadi salah satu panutan yang sampai saat ini banyak dikembangkan oleh para pecinta teater.

Karya Cak Nun

Biografi tentang karya Cak Nun sendiri sudah banyak yang mengetahuinya. Karya-karyanya ini dipicu oleh berbagai macam hal yang mempengaruhi hidupnya. Ia membuat berbagai macam karya bersama Halimd HD sebagai networker kesenian melalui sanggar bambu. Selain itu ia juga aktif di Teater Dinasti yang menghasilkan beberapa pementasan drama yang sangat apik dan dibuat oleh Cak Nun. Tidak hanya itu saja, karya lain yang sangat mengagumkan adalah teater bersama Teater Salahudin yang mementaskan santri-santri Khidir di lapangan Gontor. Berbagai macam pementasan yang dilakukannya menarik banyak penonton dan membuat ia terkenal pada saat itu.

Emha Ainun Nadjib

Untuk karya yang yang dihasilkan olehnya yaitu Patung Kasih (1989), Keajaiban Lik Par (1980), Lautan Jilbab (1990), Kiai Sbaleng dan Baginda Faruq (1993) dan masih banyak lainnya. Karya inilah yang menjadi salah satu bukti dari nya yang sampai saat ini masih sering dipentaskan oleh beberapa teater yang ada di Indonesia. Walaupun tidak semua itu berjalan dengan baik bahkan ada juga yang melakukan protes atas aksinya terhadap latar cerita pementasan teaternya, Ainun Nadjib terus berjuang untuk menuangkan ide-ide yang ia miliki melalui pementasan ini. Emha Ainun Nadjib merupakan salah satu tokoh yang banyak dijadikan idola dan sebagai orang yang teguh mempertahankan apa yang dirasa benar olehnya.

Biografi Cak Nun – Emha Ainun Nadjib | dheinzho | 4.5

Leave a Reply

error: Content is protected !!